Penting! Mengerti etika riset pada UX Research

Photo by Christina @ wocintechchat.com on Unsplash

“Partisipan”, bukan “subjek”

Saat ini, penggunaan kata subjek penelitian untuk manusia sudah tidak dipraktekkan lagi. “Partisipan”, selain lebih menghormati martabat manusia, juga bermakna orang tersebut secara aktif dan sukarela berpartisipasi membantu researcher dengan memberikan data yang dibutuhkan untuk riset tersebut.

Resiko Riset

Berbeda dengan riset obat medis atau nuklir yang bisa memiliki resiko seekstrim kematian, UX Research tetap memiliki resiko dampak psikologis terhadap partisipan.

  • Kita sedang desain aplikasi kesehatan mental, tapi pertanyaan interview kita ternyata menjadi trigger trauma psikologis partisipan tersebut.
  • Atau kita sedang membuat layanan fintech, dan bertanya soal keadaan keuangan partisipan yang mungkin sifatnya sensitif dan melukai hati mereka.

Penelitian yang melibatkan manusia wajib dilengkapi dengan informed consent

Informed consent adalah persetujuan dari partisipan untuk mengikuti riset tersebut, dilakukan sebelum memulai sesi riset. Biasanya dalam bentuk lembaran berisi poin-poin persetujuan bahwa partisipan secara bebas dan sukarela mengikuti riset dan memberikan datanya. Kalau partisipan sudah oke, tanda tangan deh.

Perlindungan data dan privasi

Kita sebagai researcher wajib melindungi hak privasi para partispian, juga menjaga kerahasiaan seluruh data yang mereka berikan untuk riset kita dengan tidak mempublikasikannya. Ini sudah jelas banget ya.

Berhati-hati terhadap grup rentan (anak di bawah umur, orang tua, difabel, dll)

Ketika target partisipan kita memiliki keadaan seperti di atas, kita harus berhati-hati. Jauh lebih baik kalau konsultasi dulu dengan orang yang ahli dengan grup tersebut (psikolog, dll).

Bagaimana mempraktekkannya pada UX Research?

  1. Setiap ingin melakukan riset. siapkan consent form berisi poin-poin di atas. Kalau males, googling aja lumayan banyak kok contohnya.
  2. Kalau riset dilakukan secara online atau tidak memungkin untuk tanda tangan, bacakan dengan jelas kepada partisipan sebelum memulai riset. Pastikan partisipan menyetujui secara verbal.

Referensi

Pedoman Etika Penelitian Universitas Atmajaya

--

--

UX Consultant independen. Menulis tentang User Experience dalam Bahasa Indonesia.

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Wahyuni Febriani

Wahyuni Febriani

UX Consultant independen. Menulis tentang User Experience dalam Bahasa Indonesia.